Kasus Mobil Dinas Ugal-ugalan di Logerit, GPK Lebah Putih Kembali Ingatkan DPRD Boyolali Soal Perda Miras
Boyolali, Suarakyat.com – Peristiwa mobil dinas Satpol PP yang dipakai ugal-ugalan oleh seorang remaja di Dukuh Logerit, pada Jumat (22/8/2025) siang, memunculkan sorotan baru.
“Orang tua remaja yang membawa mobil dinas tersebut telah datang langsung ke Dukuh Logerit pada malam harinya untuk meminta maaf. Dan Warga menerima permohonan maaf itu”. Kata Marwoto yang juga Pengurus GPK Lebah Putih.
Masih kata Marwoto, “Dan Peristiwa ini mendapat perhatian serius dari Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK). Apalagi Dukuh Logerit merupakan home base GPK Lebah Putih, sehingga anggota organisasi tersebut secara langsung mengetahui insiden yang terjadi di wilayah mereka.
Baca juga:
MA Gelar Wayang Kulit Rayakan HUT ke-80, Ki Yanto Kembali Memukau sebagai Dalang
GPK menilai bahwa setiap kali tawuran dan aksi ugal-ugalan remaja kerap berawal dari konsumsi minuman keras.
“Atas kejadian ini, kami GPK Lebah Putih, kembali mengingatkan DPRD Boyolali agar serius membuat Perda khusus tentang miras. Selama belum ada aturan tegas, masalah tawuran dan keributan di kalangan remaja akan terus berulang,” tegas Zainal Halimi Ketua GPK Lebah Putih.
Lanjut kata Zainal, “Nyatanya sejak GPK audensi dengan DPRD Boyolali beberapa bulan yang lalu, hingga kini, belum memiliki regulasi daerah yang secara khusus mengatur soal peredaran minuman keras.”
Baca juga :
“Publik Sebaiknya Bijak Dalam Sikapi Polemik Dirut PDAM Boyolali”
GPK Lebah Putih, melalui insiden ini kembali menegaskan, bahwa kasus mobil dinas hanyalah salah satu contoh dari dampak yang lebih luas lemahnya aturan tentang miras.
Kasus ini masih dalam proses klarifikasi, khususnya terkait penggunaan kendaraan dinas Satpol PP untuk kepentingan pribadi. Pihak berwenang menyatakan sanksi akan diberikan setelah proses pemeriksaan selesai.
Editor|MSar|Suarakyat.com people
Disclaimer:
Berita ini disusun berdasarkan keterangan warga, pernyataan pihak terkait, serta informasi yang dihimpun redaksi di lapangan. Suarakyat.com tidak bertanggung jawab atas interpretasi pihak lain di luar konteks pemberitaan ini. Semua pihak yang disebut memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan.