Suarakyat.com – Pengalaman adalah guru terbaik dalam kehidupan. Ia tidak sekadar mengajarkan benar dan salah, tetapi juga menuntun hati agar lebih bijak dalam melangkah.
Dari pengalaman, kita belajar bahwa tidak semua yang terlihat baik di awal akan berakhir baik, dan tidak semua yang tampak sederhana itu tanpa risiko.
Dalam dunia pekerjaan, terutama di bidang pembangunan, kehati-hatian bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal memilih orang. Salah memilih tenaga kerja, apalagi mandor, bisa merusak rencana yang sudah disusun rapi sejak awal.
Apa yang sudah direncanakan dengan matang bisa runtuh hanya karena kelalaian dalam menaruh kepercayaan.
Baca juga:
Wapres RI Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Boyolali, Serahkan Bantuan untuk Peternak Sapi di Musuk
Lebih dari itu, menghadapi owner atau pemberi kerja pun harus penuh kebijaksanaan. Perjanjian kerja bukan sekadar tulisan, tetapi amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya di dunia, tetapi juga di hadapan Allah SWT.
Dalam setiap proyek, ada dua jalan yang sering berdampingan: kejujuran dan kebohongan. Kejujuran mungkin terasa berat di awal, tetapi membawa berkah di akhir.
Sebaliknya, kebohongan mungkin tampak menguntungkan sesaat, namun menyimpan kehancuran yang perlahan.
Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.
Maka, ketika kita memilih seseorang untuk menjadi mandor, sesungguhnya kita sedang menitipkan amanah. Jika amanah itu jatuh pada orang yang salah, maka bukan hanya pekerjaan yang rusak, tetapi juga nilai kepercayaan yang hancur.
Ibarat memelihara, jangan sampai kita memberi makan pada yang tidak tahu diri. Sudah diberi kepercayaan, namun masih mengambil yang bukan haknya. Di sinilah pentingnya ketegasan dan kejelian, agar kebaikan tidak berubah menjadi penyesalan.
Renungan pagi ini mengajak kita untuk kembali menata niat. Bekerja bukan sekadar mencari hasil, tetapi juga menjaga nilai. Kejujuran, tanggung jawab, dan amanah adalah pondasi yang tidak boleh retak.
Semoga setiap langkah kita dalam bekerja selalu dilandasi keikhlasan, dijaga dengan kejujuran, dan diberkahi oleh Allah SWT.


















