Jangan malu memulai dari nol. Nol itu bukan akhir… nol itu titik awal
Saudaraku… aku tahu, rasanya seperti langit runtuh ketika semua yang kita kumpulkan hilang begitu saja. Aku tahu sakitnya menatap harta, usaha, dan mimpi yang dulu kita bangun dengan keringat kini lenyap. Apalagi ketika kita terjebak dalam jalan yang kita pikir akan menyelamatkan, tapi ternyata menenggelamkan.
Tapi dengarkan ini baik-baik… uang bisa hilang, usaha bisa bangkrut, tapi jiwa yang hidup dan hati yang jujur tidak boleh ikut mati. Selama kita masih bernafas, berarti Allah masih memberi kesempatan untuk bangkit.
Berhentilah mengejar jalan pintas, karena itu seperti mengejar fatamorgana — makin kita lari, makin haus, makin tersesat. Kembalilah ke jalan yang halal, walau lambat, walau kecil, tapi tenang di hati.
Ingat… tidak ada gunanya menyesali masa lalu berbulan-bulan. Air yang tumpah tidak akan kembali ke gelas. Tapi kita masih bisa mengisi gelas itu lagi, setetes demi setetes, sampai penuh.
Jangan malu memulai dari nol. Nol itu bukan akhir… nol itu titik awal. Dan siapa tahu, dari nol ini, Allah menulis takdir baru yang lebih indah dari sebelumnya. Yang penting, mulai hari ini, langkah kita lurus, niat kita bersih, dan hati kita ikhlas.
Bangkitlah, saudaraku. Dunia belum berakhir. Hidupmu masih panjang, dan Allah masih menunggu engkau pulang ke jalan-Nya.
Redaksi Suarakyat.com


















