banner 728x250

Ketika Harapan Dijadikan Dagangan: Jangan Biarkan Anak Bangsa Terjebak CPNS Bodong

Harapan
Gambar: Muhamad Sarman Redaktur Suarakyat.com, Foto. Dok. MSar
banner 120x600
banner 468x60

 

Oleh: Redaksi Suarakyat.com

banner 325x300

Suarakyat.com – Di negeri ini, menjadi Pegawai Negeri Sipil bukan sekadar pekerjaan. Bagi banyak keluarga sederhana, itu adalah simbol kehormatan. Itu adalah jalan keluar dari ketidakpastian. Itu adalah harapan.

Namun harapan itu, bagi sebagian orang, justru dijadikan komoditas.

Kasus yang menyeret nama Olivia Nathania, Rafly Tilaar, dan Nia Daniaty, kembali membuka mata publik bahwa mimpi anak bangsa masih rentan diperdagangkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Namun persoalan ini jauh lebih besar dari sekadar satu kasus. Ini adalah fenomena sosial yang berulang. Korbannya adalah rakyat biasa.

Korbannya Bukan Orang Kaya

Korban penipuan CPNS bodong umumnya bukan pengusaha besar. Mereka adalah rakyat kecil. Anak petani. Anak buruh. Anak pedagang kecil.

Orang tua mereka hidup hemat bertahun-tahun. Mereka menyimpan uang sedikit demi sedikit. Mereka percaya pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan.

Ketika ada yang datang membawa janji kelulusan, mereka melihatnya sebagai peluang, bukan ancaman.

Sebagian menjual aset. Sebagian berutang. Sebagian mempertaruhkan seluruh tabungan hidupnya. Namun yang mereka beli bukan masa depan. Yang mereka beli adalah penyesalan.

Modus Lama yang Terus Berulang

Pelaku biasanya menggunakan pola yang sama. Mereka mengaku memiliki koneksi. Mereka berbicara seolah memiliki akses khusus. Mereka menciptakan rasa percaya.

Baca juga: 

Ilmu Diperdebatkan, Kebenaran Dikorbankan, Rakyat Dibuat Kebingungan

Mereka tidak menjual pekerjaan. Mereka menjual keyakinan. Padahal faktanya, sistem seleksi CPNS dilakukan melalui mekanisme resmi berbasis komputer, transparan, dan terstandar secara nasional. Tidak ada jalur resmi yang memperbolehkan kelulusan ditentukan oleh pembayaran kepada individu.

Namun selama masih ada harapan yang ingin dipercepat, selama itu pula akan ada pihak yang mencoba memanfaatkannya.

Ini bukan semata kesalahan korban. Ini adalah akibat dari kombinasi antara tekanan ekonomi, kurangnya literasi informasi, dan tingginya kebutuhan akan pekerjaan.

Edukasi Adalah Perlindungan Terkuat

Masyarakat harus memahami satu prinsip penting:
Jika ada yang meminta uang dengan janji meloloskan CPNS, maka itu bukan peluang. Itu adalah tanda bahaya.
Tidak ada jabatan negara yang sah diperoleh dengan membayar kepada perorangan.
Masa depan tidak dijual melalui perantara. Masa depan dibangun melalui usaha, kemampuan, dan proses yang sah.

Generasi muda harus dibekali pemahaman ini. Orang tua harus diberi edukasi ini. Karena perlindungan terbaik bukan hanya hukum, tetapi kesadaran.

Jangan Biarkan Harapan Rakyat Menjadi Ladang Kejahatan

Negara ini berdiri di atas kepercayaan rakyatnya. Ketika harapan rakyat diperdagangkan, yang rusak bukan hanya korban, tetapi kepercayaan itu sendiri.

Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan generasi muda tidak lagi terjebak dalam ilusi jalan pintas.
Tidak ada masa depan yang bisa dibeli secara instan.
Yang ada hanyalah proses, kerja keras, dan kejujuran.

Dan lebih baik berjalan lambat dengan jujur, daripada berlari menuju kehancuran karena percaya pada janji palsu. Karena pada akhirnya, harapan bukan untuk dijual. Harapan adalah untuk diperjuangkan.

DISCLAIMER REDAKSI
Tulisan ini merupakan opini dan tajuk rencana yang bertujuan untuk edukasi publik dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan, khususnya yang berkaitan dengan rekrutmen pekerjaan.
Penyebutan nama dalam tulisan ini merujuk pada informasi yang telah menjadi konsumsi publik dan dilaporkan oleh media massa nasional. Proses hukum merupakan kewenangan lembaga peradilan, dan setiap pihak berhak atas asas praduga tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Suarakyat.com tidak bermaksud menghakimi pihak mana pun, melainkan mendorong kesadaran masyarakat agar tidak menjadi korban praktik penipuan serupa.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *