banner 728x250

Rapat Kerja TMI Semarang Bahas Evaluasi dan Program Prioritas

Rapat kerja Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Semarang membahas evaluasi organisasi, program prioritas, serta berbagai persoalan petani seperti irigasi, pupuk, dan infrastruktur
banner 120x600
banner 468x60

Rapat DPD Tani Merdeka Indonesia Fokus Evaluasi dan Penguatan Organisasi

Kabupaten Semarang, Suarakyat.com– – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Semarang menggelar rapat kerja pada Minggu, 25 April 2026, pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di kantor sekretariat yang beralamat di Dusun Gudang, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang.

Rapat dipandu oleh Sekretaris DPD, Jarwanto, dan dipimpin langsung oleh Ketua DPD, Beni Subagyo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus lengkap DPD TMI Kabupaten Semarang, dengan agenda tunggal berupa evaluasi kegiatan organisasi serta penyerapan aspirasi dari masing-masing bidang dan seksi sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

banner 325x300

Evaluasi dan Masukan Jadi Dasar Penataan Organisasi

Dalam rapat tersebut, seluruh usulan yang disampaikan langsung dibahas secara terbuka dan dirumuskan menjadi kesimpulan bersama. Hasil pembahasan ini diharapkan menjadi acuan strategis dalam menata organisasi ke depan, sekaligus menyusun program prioritas yang selaras dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

Ketua DPD TMI Kabupaten Semarang, Beni Subagyo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang tetap loyal dan memiliki kecintaan terhadap organisasi. Ia menegaskan pentingnya menjadikan Tani Merdeka sebagai organisasi modern yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Semarang.

“Organisasi ini harus kita bangun dengan semangat paseduluran. Silaturahmi harus tetap terjaga agar kekuatan kita semakin solid,” ujar Beni Subagyo.

Penguatan Struktur Hingga Tingkat Desa

Dalam rangka membesarkan organisasi yang kuat dan terstruktur, rapat juga menekankan pentingnya pembentukan koordinator desa (kordes) di seluruh desa dan kelurahan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah koordinasi, komunikasi, serta memperluas jaringan keanggotaan.

Selain itu, dalam waktu dekat TMI akan menggelar program pelatihan kader. Setiap koordinator kecamatan (korcam) diminta untuk menyusun rencana kerja yang jelas dan visioner guna mendukung keberlangsungan organisasi dan regenerasi kepemimpinan.

Kesekretariatan dan Manajemen Kegiatan

Dalam pembahasan terkait kesekretariatan, disepakati bahwa kesalahan dan kekurangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Oleh karena itu, setiap kegiatan atau event ke depan akan dibentuk kepanitiaan khusus guna meminimalisir kesalahan serta meningkatkan profesionalitas pelaksanaan kegiatan.

Pelatihan kader juga menjadi fokus utama sebagai langkah strategis dalam menyiapkan kader terbaik di setiap kecamatan. Hal ini penting mengingat kepengurusan organisasi memiliki masa jabatan dan membutuhkan regenerasi yang berkelanjutan.

Peran TMI dalam Menyerap Aspirasi Petani

Tani Merdeka Indonesia juga ditegaskan sebagai organisasi massa yang terbuka terhadap berbagai pengaduan masyarakat, khususnya petani. Program-program yang dirancang berorientasi pada pengembangan peluang usaha, koperasi, kelompok usaha bersama, serta advokasi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Beragam Aspirasi dari Wilayah

Dalam sesi evaluasi, sejumlah perwakilan wilayah menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

Perwakilan dari Kecamatan Tengaran menyoroti pentingnya pembenahan keanggotaan, administrasi kesekretariatan, serta peningkatan sinergi komunikasi. Mereka juga menekankan perlunya kehadiran nyata TMI di tengah masyarakat dalam membantu menyelesaikan berbagai permasalahan.

Sementara itu, perwakilan dari Kecamatan Bringin, melalui Pak Wiknyo, menyampaikan keluhan petani di Dusun Kroyo, Desa Batur. Permasalahan utama adalah rendahnya produktivitas padi yang disebabkan oleh keterbatasan musim tanam, yang hanya dapat dilakukan satu kali dalam setahun saat musim hujan.

Selain itu, kondisi irigasi yang tidak berfungsi optimal juga menjadi faktor utama rendahnya hasil panen. Aliran air yang tidak jelas arah distribusinya membuat petani kesulitan dalam mengelola lahan secara maksimal.

Tidak hanya itu, kondisi infrastruktur juga menjadi sorotan. Jembatan di wilayah tersebut dinilai tidak layak karena hanya terbuat dari bambu dan membahayakan pengguna. Bahkan, pernah terjadi kecelakaan petani yang jatuh saat membawa hasil panen. Oleh karena itu, TMI diharapkan dapat memfasilitasi dan bersinergi dengan pihak terkait untuk mencari solusi.

Isu Pupuk dan Potensi Daerah

Dari perwakilan Kecamatan Jambu, disampaikan adanya permasalahan terkait distribusi pupuk yang dinilai menghilang dari peredaran. Hal ini tentu berdampak langsung pada produktivitas petani.

Namun demikian, wilayah Jambu juga memiliki potensi besar dalam pengembangan pembibitan kopi dan alpukat yang dapat menjadi peluang usaha ke depan jika dikelola dengan baik.

Dengan berakhirnya penyampaian aspirasi dari perwakilan Jambu, maka rapat kerja DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Semarang secara resmi ditutup. Hasil rapat ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat organisasi, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

 

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *